Skip to main content

ISP (In System Programming)

Untuk memasukkan program ke dalam mikrokontroler selain dibutuhkan komputer dan software pendukung juga dibutuhkan hardware yang sering disebut dengan downloader atau uploader. Dua istilah ini sering membingungkan karena sebenarnya program didownload apa diupload, sebenarnya sama saja hanya dari sudut pandang mana kita melihatnya. Kalau dilihat dari komputer maka istilah yang tepat yaitu kita meng-upload program ke mikrokontroler namun kalau dilihat dari dari mikrokontroler maka yang tepat yaitu kita men-download program ke mikrokontroler.

Dengan downloader kita dapat memrogram mikrokontroler secara serial maupun secara pararel namun yang umum digunakan adalah secara serial dengan teknik ISP (In System Programming). ISP sendiri merupakan fasilitas yang dimiliki mikrokontroler AVR untuk melakukan proses membaca maupun menulis kode program tanpa harus melepas mikrokontoler dari sistem. Dengan fasilitas ini kerusakan mikrokontroler akibat terlalu sering dilepas maupun dipasang dapat dihindari. Pemrograman secara ISP dilakukan secara serial melalui port paralel yang dihubungkan melalui rangkaian ke ke jalur komunikasi serial yaitu MOSI, MISO, SCK dan RESET.


MOSI (Master Out - Slave In) adalah input data serial melalui kaki ini mikrokontroler menerima data atau program. MISO (Master In – Slave Out) merupakan kaki sebagai keluaran data serial yang dikirim dari mikrokontroler. RESET untuk mengirim sinyal reset karena pemrograman terjadi pada saat mikrokontroler pada kondisi reset. Sedangkan SCK (Shift Clock) merupakan jalur clock untuk pemprograman secara serial.



Untuk membuat downloader ISP ini tidak membutuhkan banyak komponen elektronik yang banyak dan mahal. Yang dibutuhkan hanyalah IC 74HC244, connector DB-25 male, resistor , kapasitor , DIP switch, connector dan kabel. Untuk skema alat ini dapat dilihat pada gambar. Pada target board harus tersedia rangkaian reset dan terhubung dengan kristal sebagai osccilator eksternal yang frekuensinya tergantung kebutuhan. Selain itu VCC, AVCC, GND maupun AGND harus terhubung dengan catu daya. Di dalam program untuk mendownload hardware ini dikenali sebagai AVR ISP I/O atau STK 200/300.(franz_aditya)




Comments

Popular posts from this blog

Stasiun Gubeng ke Gresik

Beberapa hari lalu aku mengadakan perjalanan ke Gresik, sebuah kabupaten di sebelah utara Surabaya . Sebelum melakukan perjalanan aku mencari info jalan yang ternyaman dan termudah dari kotaku, Jogja, ke Gresik. Ada beberapa pemikiran yang muncul yaitu naik kereta atau naik bis. Menurut pemikiranku keduanya cukup nyaman dan mudah tapi setelah berpikir cukup lama, aku memutuskan untuk naik kereta karena lebih cepat dari pada naik bis yaitu kereta sekitar 5,5 jam sedangkan menggunakan bis sekitar 8 jam. Stasiun Gubeng Dari situlah masalah mulai muncul karena harus naik apakah aku ke Stasiun Gubeng, lalu aku mulailah mencari informasi di internet. Secara kebetulan ada sebuah forum backpakers yang membicarakan hal tersebut, namun dari solusi yang diberikan hanya ada satu solusi yang menurutku cukup baik yaitu setelah ke Gubeng jalan ke depan Universitas Airlangga lalu naik angkot atau bemo (sebutan angkot di Surabaya) yang menuju Terminal Osowilangun setelah itu barulah n...

Untitled.....

Sudah lama sekali tidak menulis di blog dan tidak utak atik microcontroller. Akhir-akhir ini mulai lagi bersentuhan dengan microcontroller tapi dengan format baru yaitu, Arduino. Dulu utak-atik pakai microcontroller pakai bahasa assembly, sekarang arduino jadi pakai bahasa C. Harus adaptasi lagi, dulu pas kuliah memang belajar bahasa C tapi ya gak ahli, apalagi sekarang udah lupa. Ya memulai lagi dengan program memprogram karena ada permintaan teman untuk membuatkan tool yang beliau perlukan untuk membantu pekerjaannya. Mumpung load pekerjaan juga lagi sepi, biar gak bosen sekaligus mengasah otak biar gak membeku dan tumpul. Selain itu juga pengalaman selama utak atik bisa dibagikan melalui blog ini buat siapa saja. Siapa tahu punya permasalahan yang sama dan sedang mencari solusi untuk permasalahan saat programming arduino ataupun persoalan hardwarenya. (franz_aditya)

Yuk belajar mikrokontroler AVR

Belajar mikrokontroler menurutku susah-susah gampang. Gampangnya banyak referensi sebagai sumber informasi baik berupa buku maupun situs internet. Susahnya kalau mau maenan mikrokontroler itu harus belajar elektronika analog maupun digital, selain itu kita harus belajar pemrograman karena program adalah inti dari mikrokontroler. Kinerja mikrokontroler itu berdasarkan program yang kita buat, jadi kalau gak ada programnya ya gak bisa jalan mikrokontrolerny he2. Tapi tenang saja banyak program yang bisa digunakan mulai dari assembly, c, basic, jadi kamu bisa milih bahasa pemrograman yang kamu suka, kalau aku sih buat mikrokontroler tetep suka pake assembly coz awal aku belajar, aku belajar assembly. 'Buat apa sih kita belajar mikrokontroler?' itulah pertanyaan yang sering muncul, bagi seorang engineer seperti aku ini pasti tau deh.. Kalau buat orang awam jawaban dariku ya pokoknya mikrokontroler itu penting deh kalau mau buat sistem kontrol atau instumen dari yang sederhana kaya...